Part 2 :
Ada apa ini, tiba-tiba Arta melupakan rasa kesal dan kekurang semangatannya itu. Arta baru saja akan menaruh ponsel kedalam tas ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik atau semacamnya. Arta mendongak dan melihat kearahnya. Ia tidak melihat Arta karena dia sedang memandang kearah lapangan dengan tatapannya yang lurus. Arta telah berusaha untuk tidak menghiraukannya, tapi sepertinya ada sesuatu yang mendorong dirinya untuk penasaran. Dalam hati, Arta merasa telah mengenalnya tetapi mengapa otaknya berkata lain. Arta mencoba mengingat-ingat, tetapi hasilnya nihil. Dirinya tetap saja dirinya tidak menemukan petunjuk apa-apa, benar-benar buntu.
Wajahnya terlihat samar-samar yang dilihat dari kejauhan tempat Arta sekarang berdiri. Sinar matahari yang menutupi wajah laki-laki itu semakin membuatnya terkesan misterius. Dengan tangan kirinya yang dimasukkan kedalam saku celana serta earphone yang tergantung dikedua telinganya. Dan tatapannya yang dingin dialihkan kearah buku yang dipegangnya sedari tadi.
Sinar matahari.. tatapannya yang dingin.. sikapnya yang terlihat cuek..
‘Semua itu benar-benar perpaduan yang menarik dan unik. Aku bersumpah, aku tidak akan menyesal dibangunkan mama lebih pagi hari ini’, batin Arta.
‘Pikiran konyol apa yang tiba-tiba menyerang otak malangku ini. Aku harus berpikir seribu kali lebih cepat supaya hal-hal yang diluar akal sehat tidak terjadi. Kalau misalnya aku menyapanya sekarang, dia pasti akan heran melihat ada seorang adik kelas yang sok kenal padanya, lalu tiba-tiba datang teman-temannya yang kemudian menyindirku yang mengira aku si adik kelas ingusan berani-berani mendekati kakak kelasnya sendiri. Lalu mereka mentertawakanku dengan pikiran mereka yang tidak-tidak. Kemudian si dia juga akan ikut-ikutan berpikir yang bukan-bukan tentang adik kelasnya ini. TIDAK!!, itu tidak akan pernah terjadi sekarang atau selamanya’, pikir Arta dengan pikiran konyolnya.
Arta pun mendengus pasrah dan hanya bisa menunggu keajaiban yang nyata datang.
‘Arta !!’, panggil seseorang dibelakangnya. Arta pun kaget dan langsung mengubur pikiran-pikiran aneh itu, kemudian mengalihkan pandangan dan melambai kearah suara yang memanggil namanya.
‘Avin, ayo kita kekelas sekarang’, kata Arta. ‘Tidak ada gunanya hanya berdiam diri disini’.
Avin menatap sahabatnya itu dengan tatapan bingung. ‘Yang berdiam diri disini itu siapa?’.
To be continue ...
Selasa, 14 Juni 2011
Story - Start's to look at me (Part 1)
Part 1 :
Kudengar suara itu, suara langganan yang hampir selalu ada di telingaku setiap pagi. Aku yang masih tertimbun selimut, dengan sekuat tenaga tetap tak menghiraukannya. Tak beberapa lama kemudian suara itu semakin jelas terdengar. Dan, ‘BANGUN!’. Oh Astaga !, itu suara mama. Aku pun lekas buru-buru merapikan tempat tidur. ‘Sepertinya ada yang aneh pagi ini ?!’, batinku. ternyata pagi itu Arta di bangunkan oleh ibunya terlalu pagi, padahal biasanya dia selalu telat bangun dan akhirnya disekolah dia harus mengemis meminta tolong kepada satpam penjaga untuk di bukakan pintu gerbang.
“Namun tak ada salahnya jika aku bangun pagi, mungkin jika aku bangun pagi, aku akan mendapat berbagai kejutan alam”, gumamnya.
Satu jam kemudian Arta tiba di SMA Nusantara. Kak Igo (kakak Arta) yang saat itu tumben sekali mau mengantarnya ke sekolah, setelah Arta susah payah memohon dan mengeluarkan semua jurus-jurus rayuan andalannya. Tapi kalau pikir-pikir itu tidak masalah, daripada dirinya harus naik angkutan umum dengan tukang supir menyebalkan yang sering ngetem tiba-tiba dan tidak memikirkan nasibnya sebagai siswi yang sering terlambat. Apakah dengan acara ngetem, supir itu bisa membantunya menghadapi 1001 petanyaan guru piket yang terkenal disiplin itu gara-gara keterlambatannya.
Arta melihat si satpam penjaga melihatnya dengan tatapan heran. “Bapak heran ya melihat saya datang tidak terlambat”, kata Arta dengan seulas senyum bangga sambil berjalan melewati satpam penjaga yang sedang keheranan.
Pagi itu, Arta berjalan menyusuri koridor samping perpustakaan sekolah. Entah kenapa dia tidak lewat pintu utama, tanpa sadar Arta menuruti langkah kakiknya. Arta melirik sebentar kearah jam tangan merahnya. Lalu Arta mendengus pasrah dan berkata, “Yang benar saja!, ternyata sekarang masih pukul 6 pagi, pantas saja suasana disini masih sangat sepi dan hanya terlihat petugas kebersihan yang sibuk kesana-kesini”.
Dengan rasa kesalnya, Arta tetap berjalan walaupun dengan langkah tak bersemangat. Kemudian Arta mengambil ponselnya didalam tas lalu mengetik beberapa kata untuk menyuruh sahabatnya yang bernama Avin agar segera datang kesekolah.
Tiba-tiba langkah Arta terhenti.
‘Siapa dia?’, Arta berkata dalam hati.
To be continue ...
Kudengar suara itu, suara langganan yang hampir selalu ada di telingaku setiap pagi. Aku yang masih tertimbun selimut, dengan sekuat tenaga tetap tak menghiraukannya. Tak beberapa lama kemudian suara itu semakin jelas terdengar. Dan, ‘BANGUN!’. Oh Astaga !, itu suara mama. Aku pun lekas buru-buru merapikan tempat tidur. ‘Sepertinya ada yang aneh pagi ini ?!’, batinku. ternyata pagi itu Arta di bangunkan oleh ibunya terlalu pagi, padahal biasanya dia selalu telat bangun dan akhirnya disekolah dia harus mengemis meminta tolong kepada satpam penjaga untuk di bukakan pintu gerbang.
“Namun tak ada salahnya jika aku bangun pagi, mungkin jika aku bangun pagi, aku akan mendapat berbagai kejutan alam”, gumamnya.
Satu jam kemudian Arta tiba di SMA Nusantara. Kak Igo (kakak Arta) yang saat itu tumben sekali mau mengantarnya ke sekolah, setelah Arta susah payah memohon dan mengeluarkan semua jurus-jurus rayuan andalannya. Tapi kalau pikir-pikir itu tidak masalah, daripada dirinya harus naik angkutan umum dengan tukang supir menyebalkan yang sering ngetem tiba-tiba dan tidak memikirkan nasibnya sebagai siswi yang sering terlambat. Apakah dengan acara ngetem, supir itu bisa membantunya menghadapi 1001 petanyaan guru piket yang terkenal disiplin itu gara-gara keterlambatannya.
Arta melihat si satpam penjaga melihatnya dengan tatapan heran. “Bapak heran ya melihat saya datang tidak terlambat”, kata Arta dengan seulas senyum bangga sambil berjalan melewati satpam penjaga yang sedang keheranan.
Pagi itu, Arta berjalan menyusuri koridor samping perpustakaan sekolah. Entah kenapa dia tidak lewat pintu utama, tanpa sadar Arta menuruti langkah kakiknya. Arta melirik sebentar kearah jam tangan merahnya. Lalu Arta mendengus pasrah dan berkata, “Yang benar saja!, ternyata sekarang masih pukul 6 pagi, pantas saja suasana disini masih sangat sepi dan hanya terlihat petugas kebersihan yang sibuk kesana-kesini”.
Dengan rasa kesalnya, Arta tetap berjalan walaupun dengan langkah tak bersemangat. Kemudian Arta mengambil ponselnya didalam tas lalu mengetik beberapa kata untuk menyuruh sahabatnya yang bernama Avin agar segera datang kesekolah.
Tiba-tiba langkah Arta terhenti.
‘Siapa dia?’, Arta berkata dalam hati.
To be continue ...
Amazing Days and They're Amazing
Hallo rita nya baru bisa posting blog hari ini hehe, karena minggu kemarin adalah hari-hari tersibuk dengan tugas sekolah dan UKK. But sekarang sudah selesai :D tapi.. masih ada remed-remedtan terus masih dag-dig-dug banget menunggu hasil rapot dan jurusan. Ya Allah semoga aku bisa mendapat hasil yang terbaik. Amin :D
Well, minggu setelah UTS ini di sekolah gue cuma punya urusan remedial, nyari-nyari info tentang remed, dan ngerjain tugas-tugas yang belum tuntas. Semangka!.
Karena itu, gue bisa pulang lebih cepat. Jadi bisa main sebentar deh sama temen-temen. Uyeh! :D
Hari Senin 13/06/11, pulang sekolah gue sama teman sekelas mampir dulu di tempat makan soto surabaya :9. Emang bener, muka mereka pada pucet *kok poni?* *kok cebol?* *maaf absurd* kayak ga makan setahun ckck. Makanan pun dateng, semua udah pada siaga 100. Di sela-sela makan, temen gue yang namanya Bongsu terlihat grusak-grusuk ribet banget deh pokoknya -_-. Masa dia ga mau ayam sama sayurnya yang ada di dalam soto itu, terus dia juga ngabisin soto nya dulu dan nasinya di makannya belakangan. Hem gue jadi mikir, kalau dia ga suka daging sama sayur kenapa dia bisa tinggi ya?. Sedangkan gue? Gue? Gue rajin minum susu, segala jenis sayur gue suka *kecuali pare*, daging-dagingan juga masuk aja ke mulut *kecuali kulit ayam*. Tapi Allah memang adil, gue lebih keren daripada dia haha *maksa* :p.
Acara makan siang pun selesai. Dan sahabat gue (Hanum) nyuruh gue main ke rumahnya, ya gue sih ayo aja hehe. Nyampe di rumah Hanum, gue langsung ngerjain tugas Geografi dan di susul dengan pengerjaan project video kelas X2 sampai maghrib. Karena perut udah cukup mules dan keadaan diri gue udah kumel *tapi tetep kece*. Gue pun bilang ke hanum kalau gue mau pulang aja, dia pun mengiyakan. Dia sholat maghrib terus lanjut nganterin gue pulang sampai rumah. Makasih ninja bebek :D.
Hari Selasa 14/06/11, sama seperti senin kemarin gue sekolah pulang cepet. Kali ini ga sengaja gue ikut Sabilla ke rumahnya Tiara buat minjem buku Kimia. Ya kirain langsung pulang, ternyata pada mau ke rumah Iqbal. Otomatis gue ikut, soalnya kan ga mungkin gue balik sendiri naik angkot dari rumahnya Tiara, bisa-bisa gue baru nyampe rumah tahun 2015 -_-".
Jeng-jeng, akhirnya nyampe rumahnya Iqbal. Beberapa anak ada yang mau ngerjain tugas Kimia. Dan gue? ya numpang ngadem haha. Yang ikut ke rumah Iqbal ada Tiara, Sabilla, Hendi, Fachmi, Bongsu dan Yudo. Terus peleh banget si Iqbal sama anak-anak manggil gue bude -_-" Jah! Adek nya Iqbal yang nama nya *agak lupa* tapi pada manggil dia dengan sebutan 'Son' malah ikut-ikutan manggil bude juga -_-. Ya gue ngira-ngira aja nama dia itu 'Bronson'. Mereka berdua (Iqbal & Bronson) terlihat mirip! Kacamata nya doang tapi haha *peace*. Jadi tuh kegiatan di rumah Iqbal ada yang ngerjain tugas di komputer, ada yang main gitar, ada yang numpang tidur, ada yang galau sambil nyanyi, ada yang main HP, dan yang pasti ada tiba-tiba kumat haha. Hari semakin siang dan itu pertanda LAPAR. Kita makan ketoprak, isinya banyak aja buat ukuran perut gue, Tapi ya sekenyang nya aja gue makanannya.
Abis makan, masing-masing melanjutkan aktivitas kembali. Karena Udah jam setengah tigaan, gue pun mengambil alih TV dari adeknya si Iqbal, mau nonton Anak Emas soalnya. Si son akhirnya bergabung dengan Iqbal dkk.
Acara TV akhirnya abis, dan gue ikut main lagi. Gue lawak dikit, terus anak-anak pada mau main catur *berawal dari gue ngomong istilah skak mat. Yang main catur cuma si Bongsu, dia main ngelawan adeknya Iqbal. Dan sudah pasti adeknya Iqbal yang menang haha *bikin tumpeng*.
Waktu pun berjalan cepat, tau-tau udah sore aja. Anak-anak pada pamit balik. Dan gue ngantuk berat di jalan *gue butuh transportasi elang*.
Yap! AMAZING DAYS, AMAZING FRIENDS, and AMAZING MOMENT :D
Well, minggu setelah UTS ini di sekolah gue cuma punya urusan remedial, nyari-nyari info tentang remed, dan ngerjain tugas-tugas yang belum tuntas. Semangka!.
Karena itu, gue bisa pulang lebih cepat. Jadi bisa main sebentar deh sama temen-temen. Uyeh! :D
Hari Senin 13/06/11, pulang sekolah gue sama teman sekelas mampir dulu di tempat makan soto surabaya :9. Emang bener, muka mereka pada pucet *kok poni?* *kok cebol?* *maaf absurd* kayak ga makan setahun ckck. Makanan pun dateng, semua udah pada siaga 100. Di sela-sela makan, temen gue yang namanya Bongsu terlihat grusak-grusuk ribet banget deh pokoknya -_-. Masa dia ga mau ayam sama sayurnya yang ada di dalam soto itu, terus dia juga ngabisin soto nya dulu dan nasinya di makannya belakangan. Hem gue jadi mikir, kalau dia ga suka daging sama sayur kenapa dia bisa tinggi ya?. Sedangkan gue? Gue? Gue rajin minum susu, segala jenis sayur gue suka *kecuali pare*, daging-dagingan juga masuk aja ke mulut *kecuali kulit ayam*. Tapi Allah memang adil, gue lebih keren daripada dia haha *maksa* :p.
Acara makan siang pun selesai. Dan sahabat gue (Hanum) nyuruh gue main ke rumahnya, ya gue sih ayo aja hehe. Nyampe di rumah Hanum, gue langsung ngerjain tugas Geografi dan di susul dengan pengerjaan project video kelas X2 sampai maghrib. Karena perut udah cukup mules dan keadaan diri gue udah kumel *tapi tetep kece*. Gue pun bilang ke hanum kalau gue mau pulang aja, dia pun mengiyakan. Dia sholat maghrib terus lanjut nganterin gue pulang sampai rumah. Makasih ninja bebek :D.
Hari Selasa 14/06/11, sama seperti senin kemarin gue sekolah pulang cepet. Kali ini ga sengaja gue ikut Sabilla ke rumahnya Tiara buat minjem buku Kimia. Ya kirain langsung pulang, ternyata pada mau ke rumah Iqbal. Otomatis gue ikut, soalnya kan ga mungkin gue balik sendiri naik angkot dari rumahnya Tiara, bisa-bisa gue baru nyampe rumah tahun 2015 -_-".
Jeng-jeng, akhirnya nyampe rumahnya Iqbal. Beberapa anak ada yang mau ngerjain tugas Kimia. Dan gue? ya numpang ngadem haha. Yang ikut ke rumah Iqbal ada Tiara, Sabilla, Hendi, Fachmi, Bongsu dan Yudo. Terus peleh banget si Iqbal sama anak-anak manggil gue bude -_-" Jah! Adek nya Iqbal yang nama nya *agak lupa* tapi pada manggil dia dengan sebutan 'Son' malah ikut-ikutan manggil bude juga -_-. Ya gue ngira-ngira aja nama dia itu 'Bronson'. Mereka berdua (Iqbal & Bronson) terlihat mirip! Kacamata nya doang tapi haha *peace*. Jadi tuh kegiatan di rumah Iqbal ada yang ngerjain tugas di komputer, ada yang main gitar, ada yang numpang tidur, ada yang galau sambil nyanyi, ada yang main HP, dan yang pasti ada tiba-tiba kumat haha. Hari semakin siang dan itu pertanda LAPAR. Kita makan ketoprak, isinya banyak aja buat ukuran perut gue, Tapi ya sekenyang nya aja gue makanannya.
Abis makan, masing-masing melanjutkan aktivitas kembali. Karena Udah jam setengah tigaan, gue pun mengambil alih TV dari adeknya si Iqbal, mau nonton Anak Emas soalnya. Si son akhirnya bergabung dengan Iqbal dkk.
Acara TV akhirnya abis, dan gue ikut main lagi. Gue lawak dikit, terus anak-anak pada mau main catur *berawal dari gue ngomong istilah skak mat. Yang main catur cuma si Bongsu, dia main ngelawan adeknya Iqbal. Dan sudah pasti adeknya Iqbal yang menang haha *bikin tumpeng*.
Waktu pun berjalan cepat, tau-tau udah sore aja. Anak-anak pada pamit balik. Dan gue ngantuk berat di jalan *gue butuh transportasi elang*.
Yap! AMAZING DAYS, AMAZING FRIENDS, and AMAZING MOMENT :D
Rabu, 01 Juni 2011
Mood Bukan Alasan Untuk Berhenti Menulis
Well, sekarang gue baru bangun tidur. Masih ngantuk banget sih, ya tapi karena udah ketemu sama kompi jadi ga ada salah nya gue menuangkan kata demi kata. Mumpung sekolah libur, gue jadi agak santai. Jam ini, menit ini, dan detik ini gue akan nulis sesuatu yang emang lagi ngantri otak gue, yaitu menulis.
Dengan menulis, sebagian banyak orang bisa memiliki dunia sendiri. Menulis adalah suatu kegiatan alternatif positif yang mengasah imajinasi, kreativitas, bahkan kesabaran sekalipun. Sebenarnya menulis itu tidaklah begitu sulit, jika kita melakukannya dengan perasaan santai dan tidak merasa terbebani. Contoh sederhana, kita sudah tidak asing melihat banyak orang menulis diary atau bahkan pengguna diary kebanyakan anak kecil. Walaupun tulisan mereka belum tergolong rapi hehe. Namun mereka sudah berhasil membuat sebuah karya tulis yang berasal dari pemikiran mereka sendiri.
Kadang menulis itu sering tergantung oleh mood. Gue sendiri juga suka begitu. Sering gue punya niat nulis cerpan atau cerita yang partnya banyak mirip novel. Pas pertama gue ngerasa semangat, penuh percaya diri, dan banyak ide yang gue dapat gue tuangkan dicerita gue tersebut. Tetapi lambat laun gue suka ngerasa males gara-gara cerita gue kok ngga selesai-selesai dan akhirnya suka gue tinggalin gitu aja. Kalau bisa sih kalian jangan kayak gue, kalau nulis kadang harus tergantung sama mood. But every problem have a solution. Gue punya beberapa trik supaya kita tetap bisa menulis dan dapat menuangkan ide-ide kreatif ketika si moodboaster mulai menyerang, seperti berikut:
1. Kalau kita sudah punya niat untuk menulis sesuatu apalagi cerita yang part nya panjang kayak kereta api, harus ada sebuah komitmen untuk ke depannya. Maksudnya semangat di awal pertama kali kita menulis harus seimbang dengan semangat di bagian pertengahan dan akhir tulisan. Ingat! Keinginan dan pengharapan yang tinggi dapat mengalahkan apapun.
2. Sebisa mungkin dimana pun kita berada, usahakan tetap menulis. Kalau dicicil kan lama-lama tulisan akan cepat selesai. Tapi kalau mood lagi gak bersahabat gimana? Jah itu sih gampang. Pepatah mengatakan lebih baik berisi walaupun sedikit daripada tidak ada isinya sama sekali. Jadi, tuangkanlah kata demi kata yang sekena nya. Walaupun cuma bisa menulis beberapa baris atau beberapa paragraf saja. Nanti disaat mood kita sudah mulai membaik, tulisan tadi yang cuma bisa kita tulis beberapa baris saja dapat kita edit atau ditambahkan dengan ide-ide kreatifmu sendiri.
3. Mood memang sering terkontaminasi dengan perasaan manusia. Terutama kalau mood lagi buruk, hem.. bakal kesel terus bawaannya. Daripada mikirin hal-hal yang gak jelas, mending kita melakukan kegiatan positif yang menyenangkan, seperti liburan, membaca, dengerin lagu, dll. Semua kegiatan positif yang menyenangkan itu dapat membantu kita merileks kan otak kita, memberi semangat baru, dan membantu memproduksi ide-ide kreatif pada saat kita mencoba menulis kembali.
Salam Semangat Untuk Para Calon Penulis Besar!
Dengan menulis, sebagian banyak orang bisa memiliki dunia sendiri. Menulis adalah suatu kegiatan alternatif positif yang mengasah imajinasi, kreativitas, bahkan kesabaran sekalipun. Sebenarnya menulis itu tidaklah begitu sulit, jika kita melakukannya dengan perasaan santai dan tidak merasa terbebani. Contoh sederhana, kita sudah tidak asing melihat banyak orang menulis diary atau bahkan pengguna diary kebanyakan anak kecil. Walaupun tulisan mereka belum tergolong rapi hehe. Namun mereka sudah berhasil membuat sebuah karya tulis yang berasal dari pemikiran mereka sendiri.
Kadang menulis itu sering tergantung oleh mood. Gue sendiri juga suka begitu. Sering gue punya niat nulis cerpan atau cerita yang partnya banyak mirip novel. Pas pertama gue ngerasa semangat, penuh percaya diri, dan banyak ide yang gue dapat gue tuangkan dicerita gue tersebut. Tetapi lambat laun gue suka ngerasa males gara-gara cerita gue kok ngga selesai-selesai dan akhirnya suka gue tinggalin gitu aja. Kalau bisa sih kalian jangan kayak gue, kalau nulis kadang harus tergantung sama mood. But every problem have a solution. Gue punya beberapa trik supaya kita tetap bisa menulis dan dapat menuangkan ide-ide kreatif ketika si moodboaster mulai menyerang, seperti berikut:
1. Kalau kita sudah punya niat untuk menulis sesuatu apalagi cerita yang part nya panjang kayak kereta api, harus ada sebuah komitmen untuk ke depannya. Maksudnya semangat di awal pertama kali kita menulis harus seimbang dengan semangat di bagian pertengahan dan akhir tulisan. Ingat! Keinginan dan pengharapan yang tinggi dapat mengalahkan apapun.
2. Sebisa mungkin dimana pun kita berada, usahakan tetap menulis. Kalau dicicil kan lama-lama tulisan akan cepat selesai. Tapi kalau mood lagi gak bersahabat gimana? Jah itu sih gampang. Pepatah mengatakan lebih baik berisi walaupun sedikit daripada tidak ada isinya sama sekali. Jadi, tuangkanlah kata demi kata yang sekena nya. Walaupun cuma bisa menulis beberapa baris atau beberapa paragraf saja. Nanti disaat mood kita sudah mulai membaik, tulisan tadi yang cuma bisa kita tulis beberapa baris saja dapat kita edit atau ditambahkan dengan ide-ide kreatifmu sendiri.
3. Mood memang sering terkontaminasi dengan perasaan manusia. Terutama kalau mood lagi buruk, hem.. bakal kesel terus bawaannya. Daripada mikirin hal-hal yang gak jelas, mending kita melakukan kegiatan positif yang menyenangkan, seperti liburan, membaca, dengerin lagu, dll. Semua kegiatan positif yang menyenangkan itu dapat membantu kita merileks kan otak kita, memberi semangat baru, dan membantu memproduksi ide-ide kreatif pada saat kita mencoba menulis kembali.
Salam Semangat Untuk Para Calon Penulis Besar!
Harta Karun
Hola! Kali ini gue akan menceritakan tentang a part of my life in 2011.
Asli gue baru nemu sesuatu yang keren, sangat berharga, dan istimewa banget!. Yap, ditahun ini gue kaya, bahkan bisa di bilang ‘KAYA’ nya gue bisa melebihi seorang bilioner. Mau tau hal yang bisa bikin gue jadi sebegitu kaya? Hem.. gue dapet harta karun yang isinya BERLIAN, EMAS, dan PERAK!.
Pasti kalian mikir bagaimana gue bisa dapet itu semua. Ayo ngaku aja :p. Oke sabar ya! Soalnya gue mau flash back ke masa SD dan SMP. Hem pasti kalian bingung lagi karena apa hubungannya harta karun sama masa-masa sekolah?
Masa SD adalah suatu zaman dimana teman-teman SD gue yang cewek berubah dari seekor domba menjadi seraksasa dinosaurus. Dilihat dari luar, mereka emang polos. Tapi dalemnya kayak semacam spesies dewasa gagal. Dulu pas gue kelas 5 sampai 6 SD, ditv channel manapun lagi gemparnya sinetron bertema remaja. Ya gue ngerasa kecewa aja, gara-gara pengaruh sinetron bertema remaja tersebut permainan lompat tali, petak umpet, petak jongkok, dan lain-lain jadi sedikit peminatnya. Ada yang bilang kalau itu permainan anak kecil lah, takut keringetan lah, ini lah, itu lah. Ternyata menonton sinetron yang bertema remaja dapat mempercepat masa pubertas -_-. Dan akhirnya kalau istirahat gue sering main lompat tali sama adek kelas gue dan Alhamdullilah gue ngga dipecundangi . Karena gue punya cita-cita yaitu menjadi atlet lompat tali, lompat karet, dan lompat kodok. Mungkin pengaruh yang ini tidak terlalu menyesakkan dada. Namun ada pengaruh lain yang buat gue jadi kesel dan agak menyesal, yaitu bermunculnya Gank! Yap Gank. Gara-gara gank, persahabatan udah jadi sesuatu yang mengasyikan lagi. Gue sebel, risih, dan bodoh banget kenapa gue juga ikut-ikutan main Gank-gengan?. Pertama-tamanya sih emang asik. Ke kantin bareng, main bareng, belajar bareng, berangkat bareng, pulang bareng, tapi tenang! Kalau mandi gak bareng kok. Waktu terus berjalan, gue mulai ngerasa ngga nyaman sama persahabatan macam begini. Karena faktor anggotanya juga sering ada masalah. Dengan tekad yang p
b (panjang kali bulet) Gue pun akhinya keluar dari Gank tersebut. Gue ngerasa merdeka, bebas, lepas! Sekarang gue bisa main dan berteman sama siapa aja :D. Dari cerita masa SD gue ini, gue narik kesimpulan bahwa berteman itu gak boleh milih-milih dan harus berteman/ bersosialisasi sama siapa aja :). No one is perfect.
Waktu gue kelas 3 SMP, seinget gue sih persahabatanya nothing special tapi disisi lain udah banyak kemajuan. Gue punya banyak teman, kenalan juga banyak dari dalam sekolah maupun luar sekolah. Singkat cerita, keberhasilan bersosialisasi gue ini berawal dari sebuah gitar dan band. Karena keinginan dan pengharapan yang tinggi, akhirnya band gue bisa lolos seleksi pensi dua kali yang tentunya banyak jatuh bangunnya. Sering ikut pensi sekolah, gue banyak kenalan sama teman-teman yang beda kelas, siswa/i yang famous, dan berbagai macam tipe orang. Dan gue punya partner dari pembuatan band pertama kali yang masih ecek-ecek sampai band gue berhasil masuk nominasi salah satu band terbaik di SMP gue, susah-senang-pahit-manis dalam pencarian anggota band, ngotak-ngatik instrumen musik, sampai hal yang menguras kesabaran, tenaga dan pikiran. Dia adalah Sabilla Ruman :). Pokoknya parsahabatan di SMP itu kayak permen nano nano, campur-campur rasanya tapi asik!.
Nah, sekarang kita menuju ke benang merah \(^o^)/.
Isi Harta Karun..
1. BERLIAN : Sesuatu yang berwarna bening. Penuh dengan kedamaian. Tak ada yang dibeda-bedakan.
2. EMAS : Sesuatu yang sangat berwarna. Senang-sedih-susah-senang-pahit-manis bercampur menjadi satu.
3. PERAK : Sesuatu yang berwarna terang mengkilat. Masalah dapat diselesaikan bersama.
JADI, HARTA KARUN TERSEBUT ADALAH PERSAHABATAN DI KELAS SEPULUH DUA (X2 AMAJING). BISA MENGENAL DAN BERSAHABAT DENGAN MEREKA MERUPAKAN SESUATU PEMBERIAN TUHAN YME YANG TERINDAH. PERTAMA KALINYA GUE BISA TERTAWA LEPAS SETIAP HARI, DAPAT SALING MENERIMA KEKURANGAN ANTAR KAWAN. SEMUA HAL YANG BARU DAN HAL YANG BELUM PERNAH GUE ALAMI DAPAT GUE TEMUI DAN RASAKAN DISINI :D.
Pepatah memang mengatakan bahwa ‘Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan’. But for X2 AMAJING ‘Dimana pun kita berada, we always be one’.
Mungkin sekian corat-coret hari ini :), sekarang gue mau bercengkrama dengan kasur karena mata sudah tinggal beberapa watt lagi. See you .... :) :)
Langganan:
Postingan (Atom)